Mengenai Saya

Foto Saya
Baik hati,apa adanya,rajin menabung buat masa depan nantinya.

Minggu, 04 Juli 2010

Ilmu gizi dan diet

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Mineral
Mineral adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun tulang, gigi, rambut, dan mengatur kepekaan saraf untuk kelangsungan aktifitas tubuh.
2.2 Fungsi Mineral
 Mineral merupakan bagian dari tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan.
 Kalsium, fosfat, dan magnesium adalah bagian dari tulang, besi dari hemoglobin dan sel darah merah dan iodium dari hormon tiroksin.
 Berperan dalam berbagai tahap metabolisme terutama sebagai kofaktor dalam aktifitas enzim-enzim.
 Keseimbangan ion-ion mineral di perlukan untuk pengaturan pekerjaan enzim-enzim, pemeliharan keseimbangan asam basa, membantu transfer ikatan-ikatan penting melelui membran sel dan pemeliharaan kepekaan otot dan saraf terhadap rangsangan.

2.3 Klasifikasi mineral
1. Mineral makro,di butuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari.
2. Mineral mikro, di butuhkan tubuh kurang dari 100 mg sehari.

2.4 Ketersediaan biologik mineral
 Walaupun bahan makanan mengandung berbagai mineral utuk keperluan tubuh,namun tidak semuanya di manfaatkan.Hal ini bergantung pada ketersediaan biologiknya.
 Ketersediaan biologic adalah tingkatan zat gizi yang di makan yang dapat diabpsorbsi oleh tubuh.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan biologic mineral :
1. Interaksi mineral dengan mineral
2. Interaksi vitamin dengan mineral
3. Interaksi serat dengan mineral
2.5 Sumber mineral
1. Sumber paling baik mineral adalah makanan hewani, kecuali magnesium yang terdapat didalam makanan nabati.
2. Mineral berasal dari makanan hewani mempunyai ketersediaan biologik lebih tinggi dari pada yang berasal dari makanan nabati, karena makanan hewani mengandung lebih sedikit bahan pengikat-mineral dari pada makanan nabati.

2.6 Mineral makro
Mineral makro adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar.
1) Kalsium ( Ca )
o Fungsi kalsium
 Pembentukn tulang dan gigi
 Mengatur pembekuan darah
 Katalisator reaksi-reaksi biologic
 Kontraksi otot
 Pengendalian kalsium dalam darah

o Sumber kalsium
 Sumber utama kalsium adalah susus dan hasil susus seperti keju.
 Ikan dimakan dengan tulang termasuk ikan kering erupakan sumber kalsium yang baik.
 Serealia, kacang-kacangan, hasil kacang-kacangan ( tahu & tempe ), sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang baik,tetapi bahan makanan ini mengandung banyak zat yang menghambat penyerapan kalsium seperti: serat, fitat dan oksalat.Susu nonfat merupakan sumber terbaik kalsium, karena ketersediaan biologiknya yang tinggi.

o Akibat kekurangan kalsium
 Pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.
 Tulang kurang kuat,mudah bengkok dan rapuh.Pada usia 50 tahun terjadi kehilangan kalsium dari tulang sehingga ulang menjadi rapuh dan mudah patah ( osteoporosis ).
 Osteoemalasia yang di namakan riketsia pada orang dewasa dan biasanya teradi karena kekurangan vitamin D dan ketidak seimbangan konsumsi kalsium terhadap fosfor.
 Kadar kalsium darah yang sangat rendah dapat menyebabkan tetani atau kejang.Tetani dapat terjadi pada ibu hamil ang makanannya terlalu sedikit mengandung kalsium atau terlalu tinggi mengandung fosfor.

o Akibat kelebihan vitamin kalsium
 Konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg sehari, kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal.
 Menyebabkan konstipasi ( susah buang air besar ).


2) Fosfor ( F )
o Fungsi fosfor
 Klasifikasi tulang dan gigi
 Mengatur pengalihan energy
 Absorpsi dan transfortasi zat gizi
 Bagian dari ikatan tubuh esensial
 Penagturan keseimbngan asam basa

o Sumber Fosfor
 Fosfor ada di semua sel makhluk hidup,fosfor terdapat di dalam semua makanan terutama makanan kaya protein,seperti daging ayam, ikan, telur, susu dan hasilnya,kacang-kacangan dan hasilnya serta serelia.

o Akibat kekurangan fosfor
 Fosfor banyak terdapat di dalam makanan sehingga jarang terjadi kekurangan,kekurangan fosfor bisa terjadi bila menggunakan obat antacid untuk menetralkan asam lambung seperti aluminium hidroksida untuk jangka lama karena aluminium hidrosikda mengikat fosfor sehingga tidak dapat diabsorbsi.
 Kekurangan fosfor terjadi pada penderita yang kehilangan banyak cairan melalui urin.
 Kekurangan fossfor menyebabkan kerusakan tulang,gejalanya adalah rasa lelah,kurang nafsu makan dan kerusakan tulang.
 Bayi premature juga dapat menderita kekurangan fosfor, karena cepatnya pembentukan tulang sehingga kebutuhan fosfor tidak bisa di penuhi oleh ASI


o Akibat kelebihan Fosfor
 Kelebihan fosfor karena makanan jarang terjadi.Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang.
3) Magnesium ( Mg)
o Fungsi Magnesium
 Mg memegang peranan penting dalam lebih dari 300 jenis system enzim di dalm tubuh.Mg bertindak di dalam semua sel jaringan lunak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologic termasuk reaksi-reaksi yang berkaitan dengan metabolism energy,KH,lipida,protein dan asam nukleat serta dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas bahan gen DNA.
 Di dalam cairan sel ekstraseluler Mg berperan dalam transmisi saraf, kontraksi otot dan pembekuan darah. Dalam hal ini berperan Mg berlawanan dengan Ca. Ca merangsang kontraksi otot sedangkan Mg mengendorkan otot, Ca mendorong penggumpalan darah sedangkan Mg mencegah, Ca menyebabkan ketegangan saraf sedangkan Mg melemaskan saraf.
 Mg mencegah kerusakan gigi dengan cara menahan Ca didalam email gigi.

o Sumber Magnesium
Sumber uatam Magnesium adalah sayuran hijau, serealia tumbuk, biji-bijian dan kacang-kacangan.Daging, susu, dan hasilnya serta coklat juga merupakan sumber Mg yang baik.

o Akibat kekurangan Magnesium
Penyakit kekurangan Mg jarang terjadi karena makanan.Kekurangan Mg bisa terjadi pada kekurangan protein dan energi serta sebagai komplikasi penyakit-penyakit yang menyebabkan gangguan absorbsi dan atau penurunan fungsi ginjal, endokrin.Penyakit yang menyebabkan muntah-muntah, diare,penggunaan diuretika (perangsang pengeluaran urin) juga dapat menyebabkan kekurangan Mg.Kekurangan Mg berat menyebabkan kurang nafsu makan,gangguan dalam pertumbuhan,mudah tersinggung , gugup, kejang/tetanus, gangguan system saraf pusat,halusinasi, koma dan gagal ginjal.

o Akibat kelebihan Magnesium
Akibat kelebihan Mg belum diketahui dengan pasti.Kelebihan Mg biasanya terjadi pada penyakit gagal ginjal.


4) Sulfur (S)
o Sulfur merupakan bagian dari zat-zat gizi esensial seperti vitamin thiamin dan biotin serta asam amino metionin dan sistein.
o Rantai samping molekul sistein mengandung sulfur berkaitan satu sama lain sehingga membentuk jempatan sulfide yang berperan dalam menstabilkan molekul protein.
o Sulfur terutama terdapat di dalam tulang rawan, kulit,rambut dan kuku banyak mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku.
o Dalam bentuk teroksida sulfur di hubungkan dengan mukopolisakarida yang berperan dalam melarutkan sisa metabolism sehingga bisa dikeluarkan melalui urin (terutama sisa metabolisme hormone steroid dan obat-obat tertentu).
o Kecukupan sehari sulfur tidak di tetapkan dan hingga sekarang belum di ketahui adanya kekurangan sulfur.Kita tidak akan kekurungan sulfur bila makanan cukup mengandung protein.


5) Natrium (Na)
o Fungsi Natrium
30-40 % dalam tulang kation utama cairan ekstraseluler, mengatur osmolaritas cairan, pH dan volume darah, membantu transmisis rangsangan saraf dan kontraksi otot.
o Sumber Natrium
Sumber Natrium dalah garam dapur, monosodium glutamat (MSG),kecap dan makanan yang diawetkan dengan garam dapur,makanan hasil laut,susu,telur dan makanan hewan.
o Akibat kekurangan Natrium
Menyebabkan kejang aptis dan kehilangan nafsu makan.Kekurangan Natrium dapat terjadi sesudah muntah, diare, keringat berlebihan dan bila menjalankan diet yang sangat terbatas dalam Natrium.Bila kadar Natrium darah turun, perlu diberikan Natrim da air untuk mengembalikan keseimbangan.
o Akibat keleibihan Natrium
Kelebihan Natriun dapat menimbulkan keracunan yang dalam keadaan akut menyebabkan edema dan hipertensi.Hal ini dapat di atasi dengan banyak minum.

6) Klor (Cl)
o Fungsi klor
Anion utama cairan ektraseluler, hanya kurang dari 15% dalam cairan intraseluler berfungsi bersama natrium sebagai buffer, keseimbangan elektrolit, aktifitas enzim, sumber asam lambung (HCL).
o Sumber klor
Klor terdapat bersamaan dengan natrium didalam garam dapur, sebagian besar klor diperoleh dari makanan olahan yg diberi garam dapur. Beberapa sayuran dan buah-buahan merupakan sumber klor.
o Akibat kekurangan klor
Dalam keadaan normal kekurangan klor jarang terjadi, kecuali kekurangan terjadi karena kesalahan manusia. ASI mengandung lebih banyak klorida daripada susu sapi, bila klorida tidak ditambahkan dalam pembuatan formula bayi akan terjadi kekurangan klor yg dapat membawa kematian. Kekurangan klor dapat pula terjadi pada muntah-muntah, diare kronis dan keringat berlebihan.

7) Kalium (K)
o Fungsi kalium
1) Bersama Na kalium memegang peranan penting dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa.
2) Bersama Ca kalium berperan dalam transmisi saraf dan relaksasi otot .
3) Di dalam sel kalium berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik.
4) Berperan dalam pertumbuhan sel
5) Taraf kalium dalam otot berhubungan dengan masa otot dan simpanan glikogen, oleh karena itu bila otot berada dalam pembentukan dibutuhkan kalium dalam jumlah cukup.
6) Tekanan darah normal memerlukan perbandingan Na dan Kalium yg sesuai dalam tubuh.
o Sumber Kalium
Kalium terdapat didalam semua makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sumber utama adalah makanan mentah/segar terutama buah, sayuran dan kacang-kacangan.
o Akibat kekurangan Kalium
1) Kekurangan kalium karena makanan jarang terjadi sepanjang seorang cukup makan sayuran dan buah segar.
2) Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui saluran cerna atau ginjal. Kehilangan banyak melalui saluran cerna dapat terjadi karena muntah-muntah, diare kronis atau kebanyakan menggunakan laksan (obat pencuci perut). Kebanyakan kehilangan melalui ginjal adalah karena gangguan obat-obat diuretik terutama untuk pengobatan hipertensi dalam metabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein.
3) Kekurangan kalium menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan, mengigau dan konstipasi, jantung akan berdebar detaknya dan menurunnya kemampuan untuk memompa darah.
2.7 Mineral Makro
Mineral mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang relative sedikit.
1. Besi (Fe)
o Factor-faktor yang mempengaruhi Absorpsi besi
Diperkirakan hanya 5-15% besi makanan diabsorpsi oleh orang dewasa yg berada dalam status besi baik. Banyak factor berpengaruh terhadap absorpsi besi yaitu:
1) Berperan dalam proses respirasi sel, yaitu sebagai kofaktor bagi enzim-enzim yang terlibat didalam reaksi oksidasi reduksi (bentuk Fero dan Feri).
2) Metabolisme energi
3) Sebagian besar besi berada di dalam hemoglobin yaitu molekul protein mengandung besi dari sel darah merah dan mioglobin didalam otot. Hemoglobin dalam darah membawa oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbon dioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin berperan sebagai reservoir oksugen; menerima, menyimpan dan melepaskan oksigen didalam sel-sel otot.
4) Menurunkan produktifitas kerja, pada kekurangan besi disebabkan oleh 2 hal yaitu (a) berkurangnya enzim-enzim mengandung besi dan besi sebagai kofaktor enzim-enzim yg terlibat dalam metabolisme energy (b) menurunnya hemoglobin darah. Akibatnya metabolisme energi didalam otot terganggu dan terjadi penumpukan asam laktat yang menyebabkan rasa lelah.
5) Daya konsentrasi, daya ingat dan kemampuan balajar terganggu, ambang batas rasa sakit meningkat, fungsi kelenjar tiroid dan kemampuan mengatur suhu tubuh menurun.
6) Sistem kekebalan tubuh.
7) Pelarut obat-obatan.

o Sumber Besi (Fe)
Jenis zat besi dalam makanan yakni :
1) Haem iron, umumnya terdapat dalam daging, ayam, dan ikan mempunyai ketersediaan biologik/biofailability tinggi (lebih mudah menembus dinding usus dengan tingkat penyerapan 15%-35%).
2) Non-heam iron, umumnya terdapat dalam serelia, kacang-kacangan, telur, susu mempunyai ketersediaan biologi sedang (tidak dapat menembus dinding usus dengan tingkat penyerapan 5%). Sedangkan non-heam iron dalam besi dalam sayur-sayuran memiliki ketersediaan bilogik yg rendah karena mengandung asam oksalat tinggi, seperti bayam.
3) Iron yang ditambahkan kedalam makanan, seperti pada terigu, roti, formula bayi dan makanan olah lain.

o Akibat kekurangan Besi (Fe)
Kekurangan besi dapat terjadi karena konsumsi makanan yg kurang seimbang atau gangguan absorpsi besi, perdarahan akibat cacingan, atau luka, penyakit yg menganggu absorpsi seperti gastro intestinal.
o Kekurangan besi terjadi dalam 3 tahap yakni :
1) Penurunan simpanan besi terjadi penurunan feritin dalam plasma hingga 12 µg/L, hal ini dikompesasi dengan peningkatan absorpsi besi terlihat dari peningkatan kemampuan mengikat besi total, belum dilihat perubahan emosional tubuh.
2) Habisnya simpanan besi menurunnya jenuh transperin hingga kurang dari 16% pada orang dewasa dan meningkatnya protoporfirin pada tahap ini hemoglobin didalam darah masih berada pada 95% nilai normal sehingga dapat menganggu metabolisme energy sehinhha menyebabakn menurunnya kemampuan bekerja.
3) Anemia gizi besi, dimana kadar hemoglobin total turun dibawah nilai normal, yang ditandai dengan sel darah merah yang kecil (mikrositosis) dan nilai hemoglobin rendah (hipokromia) sehingga anemia gizi besi dinamakan anemia hipokromik mikrositik. Kekurangan besi umumnya pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh, menurunnya kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka, kemampuan mengatur suhu tubuh menurun. Pada anak-anak : aptis, mudah tersinggung, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar.

o Akibat kelebihan Besi (Fe)
Kelebihan besi berasal dari makanan jarang terjadi tetapi disebabkan oleh suplemen besi dengan gejala : rasa nek, muntah, diare, denyut jantung meningkat, sakit kapala, mengigau, dan pinsan.


2.Seng (Zn)
o Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi besi
1) Serat dan fitat menghambat ketersediaan biologic seng.Sebaliknya protein histidin tampaknya membantu absorpsi.
2) Tembaga dalam jumlah melebihi kebutuhan faali menghambat absorpsi seng.
3) Nilai albumin dalam plasma merupakan penentu utama absorpsi seng.Albumin merupakan alat transfor utama seng, absorpsi seng menurun bila nilai albumin darah menurun,misalnya dalam keaadaan gizi kurang atau kehamilan.

o Fungsi Seng
1) Sebagai bagian dari enzim atau sebagai kofaktor pada kegiatan lebih dari 200 enzim, seng berperan dalam berbagai aspek metabolisme seperti reaksi-reaksi yang berkaitan dengan sintesis dan degradasi KH , protein, lipida, dan asam nukleat.
2) Pencernaan protein dan bagian integral enzim DNA polimerase dan RNA polimerase yang diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA.
3) Berperan dalam sintesis dan degradasi kolagen sehingga berperan dalam pembentukan kulit dan metabolisme jaringan ikat dan penyembuhan luka.
4) Berperan dalam pengembangan fungsi reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma.
5) Berkaitan dengan metabolisme vitamin A berate seng berkaitan pula dengan berbagai fungsi vitamin A.
6) Berperan dalam kekebalan tubuh ( pembentukan antibodi).

o Sumber Seng
Protein hewani terutama daging, hati, kerang dan telur,serealia tumbuk dan kacang-kacangan juga merupakan sumber yang baik,namun mempunyai ketersediaan biologic yang rendah.

o Akibat kekurangan Seng
Defisiensi dapat terjadi pada golongan rentan yaitu anak-anak,ibu hamil dan menyusui serta orang tua.
1) Gangguan pertumbuhan dan kematangan seksual.
2) Diare dan gangguan fungsi kekebalan.
3) Fungsi pencernaan terganggu,karena gangguan fungsi pancreas,gangguan pembentukan kilomikron dan kerusakan permukaan saluran cerna.
4) Kekurangan Seng kronis menggangu pusat system saraf dan fungsi otak.
5) Karena kekurangan Seng menggangu metabolisme Vitamin A.
6) Menggangu kelenjar tiroid dan laju metabolisme , gangguan nafsu makan,penurunan ketajaman indra rasa serta memperlambat penumbuhan luka.

o Akibat kelebihan Seng
1) Kelebihan Seng hingga 3 kali AKG menurunkan absorpsi tembaga.Pada hewan menyebabkan degradasi otot jantung.
2) Kelebihan sampai10 kali AKG mempengaruhi metabolism kolestrol mengubah nilai lipoprotein, dan dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis.
3) Dosis sebnyak 2 gr atau lebih dapat menyebabkan muntah,diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia dan gangguan reproduksi.

3.Iodium ( I )
o Fungsi iodium
1) Hormon tiroid mengontrol kecepatan tiap sel menggunakan oksigen.
2) Ke dua Hormon T3 dan T4 mengatur suhu tubuh,reproduksi dan pembentukan sel darah merah serta fungsi otot dan saraf.
3) Berperan dalam pembentukan karoten menjadi bentuk aktif vitamin A,sintesis protein dan absorpsi KH dari saluran cerna.
4) Berperan pula dalam sintesis kolestrol darah.

o Sumber iodium
1) Laut merupakan sumber utama iodium oleh karena itu makanan laut berupa ikan,udang,dan kerang serta ganggang laut merupakan sumber iodium yang baik.
2) Salah satu cara penanggulangan kekurangan iodium melalui fortifikasi garam dapur dengan iodium.

o Akibat kekurangan iodium
Pada kekurangan iodium,konsentrasi tiroid menurun dan hormone perangsang tiroid/THS meningkat,agar kelenjar tiroid mampu menyerap lebih banyak iodium.Bila kekurangan berlanjut,sel kelenjar tiroid membesar dalam usaha pengambilan iodium oleh kelenjar tersebut.Bila pembesaran ini menampak di namakan gondok sederhana bila terdapat secara meluas di suatu daerah dinamakan gondok endemik.
1) Gondok menampakan dalam bentuk kretinisme ( Cebol) dan pembesaran kelenjar tiroid.
2) Gejala kekurangan iodium malas,lamban,pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, bayi lahir dalam keadaan cacat mental yang permanen serta hambatan pertumbuhan yang di kenal kretinisme.Seorang anak yang menderitan kretinisme mempunyai bentuk abnormal dean IQ sekitar 20.
3) Kekurangan iodium pada anak-anak menyebabkan kemampuan belajar rendah.

o Suplemen iodium dalam dosis terlalu besar dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid seperti halnya kekurangan iodium.Dalam keadaan berat hal ini dapat menutup jalan pernapasan sehingga menimbulkan sesak nafas.

4.Tembga (Cu)
o Fungsi tembaga
1) Bagian dari berbagai enzim dan seluruh plasmid an eritrokupreid dalam darah .
2) Bagian integral DNA dan RNA.
3) Memegang peranan dalam mencegah anemia dengan cara (a) membantu absorpsi besi (b) merangsang sintesis hemoglobin (c) melepas simpanan besi dari ferin dalam hati.
4) Berperan dalam oksidasi besi.Bentuk fero menjadi feri.

o Sumber tembaga
Sumber utama tembaga adalah tiram, kerang, hati, ginjal,kacang-kacangan, unggas, biji-bijian, serealis dan coklat.
o Akibat kekurangan tembaga
1) Menggangu pertumbuhan dan metabolisme,demineralisasi tulang, perubahan pada jaringan tulang,perubahan pada kerangka tubuh yang dapat menyebabkan patah tulang dan osteoporosis.
2) Bagian integral DNA dan RNA.
3) Anemia dengan perubahan pada metabolisme besi, peranan dalam mencegah anemia dengan cara (a) membantu absorpsi besi (b) merangsang sintesis hemoglobin (c) melepas simpanan besi dar ferin dalam hati.
4) Berperan dalam oksidasi besi bentuk fero manjadi feri.
5) Berperan dalam perubahan asam amino tiroksin menjadi melanin.
6) Bayi gagal tumbuh kembang; edema dengan serum albumin rendah.
7) Gangguan fungsi kekebalan.


o Akibat kelebihan tembaga
1) Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga dalam hati yang dapat menyebabkan mikrosis hati atau serosis hati.
2) Konsumsi sebnyak 10-15mg tembga sehari dapat menimbulkan muntah-muntah dan diare.
3) Berbagai tahap perdrarahan intravaskuler dapat terjadi begitupun nekrosis sel-sel hati dan gagal gijnjal.
4) Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan kematian.






KATA PENGANTAR


Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT karena dengan izin dan kuasanyalah penyusunan makalah tentang “ILMU GIZI DAN DIET (MINERAL) ” ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini disusun sesederhana mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu juga, makalah ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan tugas untuk menyelesaikan Program Mata Kuliah Ilmu gizi dan diet program studi ilmu keperawatan serta sebagai tambahan pengetahuan bagi kami dalam hal ini mengenai dasar-dasar gizi-gizi yang meliputi karbohidarat,lemak,protein.vitamin.mineral,dan air dalam kehidupan.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menghadapi berbagai macam kendala. Namun kendala-kendala tersebut dapat teratasi karena adanya bimbingan dari dosen pengajar dan didukung oleh sarana penunjang lainnya, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Dan tak lupa pula, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada dosen pengajar Mata Kuliah ilmu gizi dan diet , serta teman-teman Mahasiswa keperawatan yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Sebagai karya manusia biasa sudah tentu ada kekhilafan sekecil apapun itu dan untuk itu besar harapan kami adanya kritikan yang membangun dari pembaca.


Gorontalo, 23 Maret 2010


Kelompok 5

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Mineral adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun tulang, gigi, rambut, dan mengatur kepekaan saraf untuk kelangsungan aktifitas tubuh.
Mineral esensial dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Mineral makro (kalsium, kalium, fosfor,sulfur, natrium, klor dan magnesium)
2. Mineral mikro (Besi,seng,selenium,mangan,tembaga,iodium,cobalt,molybdenum, chromium, silicon, vanadium, nikel,arsen dan fluor)

Fungsi umum mineral :
1. Mempertahankan keseimbngan asam basa.
2. Sebagai katalis bagi reaksi-reaksi biologis.
3. Sebagai komponen esensial senyawa tubuh.
4. Mempertahankan keseimbangan air tubuh.
5. Menstransmisi imfuls saraf.
6. Mengatur kontraksi otot.
7. Serta untuk pertumbuhan jaringan tubuh.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaiman fungsi mineral?
2. Bagaimana klasifikasi mineral?
3. Dari mana sumber mineral?

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui fungsi mineral
2. Untuk mengetahui klasifikasi mineral
3. Untuk mengetahui sumber mineral
BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Mineral adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun tulang, gigi, rambut, dan mengatur kepekaan saraf untuk kelangsungan aktifitas tubuh.Mineral merupakan bagian dari tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh,baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan.
Walaupun bahan makanan mengandung berbagai mineral untuk keperluan tubuh, namun tidak semuanya dapat dimanfaatkan.Hal ini bergantung pada ketersediaan biologiknya.Ketersediaan biologic adalah tingkatan zat giji yang di makan yang dapat di absorpsi oleh tubuh.
Faktor-faktor yang mempangaruhi ketersediaan biologic mineral adalah:
1. Interaksi mineral dengan mineral
2. Interaksi vitamin dengan mineral
3. Interksi serat dengan mineral

3.2 SARAN
Demi meningkatkan status kesehatan, kita harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap makanan yang kita akan konsumsi dan harus mengkonsumsi makanan secara teratur yang terpenuhi semua zat gizinya,yang dikenal dengan 4 sehat 5 sempurana.












DAFTAR PUSTAKA

1.Bahan ajar dasar-dasar gizi disusun oleh: Drs Sunarto kadir
2.Funke B,Tortora GJ,Case CL (2004) Ilmu-ilmu giji : An introduksion (8th ed,ed) sanfransisco : menjamin cummnings.ISBN 0-8053-7614-3.
3.Atlas RM 1995 Dasar-dasar gizi.ST MOSBI ISBN 0-8016-7790-4.



















DAFTAR ISI
Kata pengantar .
Daftar isi .
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang……………………………………………………………….....................
1.2 Rumusan masaalah……………………………………………………………………….
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………….
Bab II Pembahasan………………………………………………………………………………….
2.1 Pengertian mineral………………………………………………………………………
2.2 Klasifikasi mineral………………………………………………………………………
2.3 Ketersediaan biologik mineral…………………………………………………………
2.4 Sumber mineral……………………………………….................................................
2.5 Mineral makro…………………………………………………………………………..
2.6 Mineral mikro…………………………………………………………………………….
Bab III Penutup……………………………………………………………………………………..
3.1 Simpulan…………………………………………………………………………………
3.2 Saran……………………………………………………………………………..……..
3.3 Daftar pustaka………………………………………………………………………….





JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar